home about project archives id place




















Catatan Perjalanan Antonius Kho

oleh: IACC ADMIN | Seni Rupa | 9 Bulan lalu

Oleh Gabyreel Rahayu

Selama perjalanan melalui perjalanan hidup kita semua mengambil catatan dari satu jenis atau lainnya - sering hanya di hati kita, kadang-kadang dalam bentuk tertulis atau seperti kasus Antonius Kho dalam sketsa.
Selama 10 tahun terakhir, Antonius Kho telah setia mengorganisir dan berpartisipasi dalam sejumlah besar pertukaran seni dengan seniman dari 14 negara yang berbeda (dan terus bertambah) di seluruh Asia Tenggara dan sekitarnya. Myanmar, Laos, Vietnam, Malaysia, Korea, Singapura, Kamboja, Bangladesh, Cina, Madagaskar, Reunion, Filipina, Taiwan, Thailand, dan Bhutan, diwakili oleh seniman-seniman yang cakap berbicara tentang perbatasan dengan kedalaman prespektif.
Pertukaran seni yang diselenggarakan secara independen merupakan representasi di antara masing-masing seniman dengan fokus pada berbagi pengalaman seni, budaya dan kehidupan pribadi untuk tujuan sederhana menikmati persamaan dan perbedaan sebagai sumber inspirasi artistik.
Setelah berkarya ditempat masing-masing, belajar tentang kondisi, mengembangkan visi sosial, budaya dan lingkungan, masing-masing seniman berpartisipasi mengadakan dua pameran kelompok; pertama di negara mereka sendiri dan kemudian di Indonesia.
Pameran-pameran ini merupakan bukti kekayaan bakat luar biasa yang ditemukan diantara negara-negara, tetapi mungkin lebih penting lagi, mereka berdiri sebagai sebuah bukti kekuatan seni untuk menyatukan berbagai seniman dalam pengalaman, melihat dan menghilangkan perbedaan.
Pameran-pameran dari bermacam kelompok ini menjadikan perbedaan dan persamaan sebagai pendekatan terhadap seni yang ditemukan di masing-masing negara, kontras pada keadaan mereka dan ini menarik, melihat dan menghilangkan perbedaan secara simultan ini secara estetika dan konseptual dinyatakan dalam kerja-kerja seni Antonius Kho.
Antonius Kho yang lahir di Klaten, Jawa Tengah belajar seni di Bandung, kemudian melanjutkan di Jerman, negara di mana dia membesarkan anak-anaknya sebelum kembali ke Indonesia. Kho telah melakukan perjalanan kehidupan baik secara metafora dan secara harfiah sejak ia masih sangat muda. Merasakan kegembiraan dan kesedihan secara piawai terhadap kompleksitas identitas – sebuah cara pandang pada dunia, bagaimana orang lain melihat tanpa akhir dan bagaimana ini beririsan pada waktu tertentu, Kho telah mengembangkan kesadaran yang mendalam dari kedua perbedaan dan persamaan yang ditemukan di antara orang-orang dari berbagai tempat, latar belakang dan pengalaman, kesadaran yang tajam dari cara-cara berbeda; perjuangan bersama semua manusia untuk menemukan keindahan dalam kekacauan yang ia pahami secara visual melalui karya seni.
Sebagai seorang seniman, Antonius Kho telah membuat catatan perjalanan sepanjang hidupnya sebagai cara untuk mencerna pengalamannya tentang kerumitan ini. Catatan perjalanan Antonius Kho, juga mengambil bentuk gambar atau sketsa sejak ia pertama kali lulus dari sekolah seni sekitar 40 tahun yang lalu.
Sketsa-sketsa lingkungan dimulai dengan cara menyenangkan sekaligus melatih keahliannya sebagai pelukis dan selama bertahun-tahun menjadi dasar bagi penciptaan karya lukis dan karya pahatan. Karya-karya ini berbicara tentang visi yang sangat pribadi tentang hubungannya dengan lingkungannya dan orang-orang yang dia temui, tetapi juga pada relasi yang tinggi terhadap emosional dan sosial secara lebih luas.
Beberapa tahun terakhir, catatan perjalanan ini memiliki arti secara harfiah bahwa sketsa atau transkrip lingkungannya dibuat dalam jumlah dan berada di ruang lingkup pertukaran seni yang mengesankan, dan disajikan sebagai catatan perjalanan visual dari bentuk-bentuk visual spesifik orang-orang dan ekspresi budaya yang dia temui selama perjalanan.
Catatan perjalanan ini tidak hanya sekedar deskripsi visual dari pengalamannya atau menunjukkan tempat yang dia kunjungi tetapi lebih berfungsi sebagai titik acuan untuk karya lukisnya yang mengekspresikan keragaman dan kompleksitas interaksi manusia secara lebih umum dengan contoh spesifik yang dikirimkan kepada kami melalui garis-garis dan figur-figur saling bertautan dan keragaman perspektif dalam ruang visual yang terpadu. Contoh-contoh ini tidak terbatas tetapi sebaliknya mengundang kita untuk merasakan keterkaitan semua hal - untuk merasakan yang umum meskipun terhubung melalui tanda-tanda tertentu.
Hiasan kepala penari istana Thailand, fitur wajah yang menonjol dari orang-orang Madagaskar, kostum khusus dan tata rias para pemain Opera China, kuil-kuil indah Kamboja, tarian boneka Laos dan banyak isyarat visual lainnya dapat dilihat di koleksi karya terbaru ini. Namun, sementara isyarat visual ini memiliki keindahan mereka sendiri, kedalaman makna dan potensi pembacaan sebagai penanda budaya tertentu, lebih menarik untuk dicatat adalah bagaimana Kho menggunakan ini sebagai semacam perayaan keragaman ekspresi seni dan budaya yang ia temui bukan sebagai ekspresi deskriptif dari mereka.
Catatan perjalanan Kho ini, meskipun diilhami dari tempat-tempat tertentu dan orang-orang yang ia kunjungi, jelas diberikan dengan cara di luar jangkauan lokal ke konsep dan perasaan yang lebih luas. Di antara banyak ide yang secara tidak langsung dinyatakan dalam karya-karya ini adalah; dunia global dan kemungkinan untuk berkomunikasi dengan orang-orang di lokasi yang berbeda, interaksi tersebut membentuk cara melihat dunia dan menunjukkan banyak cara berinteraksi dengan satu dan lainnya, pengaruh sosial dan budaya historis antara negara-negara Asia Tenggara khususnya tetapi Asia dan dunia secara lebih luas dan penciptaan serta pencarian yang sedang berlangsung mengenai identitas dan perasaan kita tentang hal ini.
Menarik bahwa meskipun karya-karya catatan perjalanan jelas merujuk pada tempat-tempat berbeda yang telah dikunjungi Kho dalam pertukaran seni ini, perhatiannya pada sosok manusia - tidak hanya sebagai bentuk estetis tetapi representasi dari pemisahan yang dialami oleh manusia. Sebagai entitas berbeda dan variasi cara yang tak terbatas, satu dan lainnya secara emosional, ada kesamaan yang jelas disampaikan di antara semua karya ini, kesamaan yang dapat dikatakan mengekspresikan sifat ilahi; berbagi. Sifat ilahi ini; kekuatan cinta yang kreatif mengambil bentuk tanpa akhir namun tetap kohesif dan dialami manusia dengan cara yang dapat dipahami.
Pameran ini sekaligus merupakan rekaman visual dari tempat-tempat yang pernah dikunjungi Anthonius Kho selama sepuluh tahun terakhir, dan bisa disebut catatan pengalaman manusia secara lebih umum. Wajah-wajah ekspresif namun tampak ketidakpastian batas-batas, hubungan dan interaksi, dengan nilai-nilai diantaranya dan batas-batas antara tokoh-tokoh serta garis-garis rumit, kita dihadapkan dengan kekacauan makhluk tidak stabil namun menghasilkan komposisi harmonis, mengingatkan kita pada tekstil kuno dengan semua makna dan keindahan visual yang dianggap berasal dari masyarakat.
Kho menggunakan warna-warna alami yang lembut dan kesederhanaan untuk mengekspresikan kompleksitas pengalaman manusia dan kondisi social, mengundang kita untuk memasuki kompleksitas bahwa ada keseluruhan yang lebih besar, lebih dalam dan menyeluruh yang merupakan akar dari semua itu; sebuah undangan untuk melihat Catatan Perjalanan dan menyatakan bahwa kita semua adalah cinta.

Penulis seni dari Canada, tinggal di Bali

*Adaptasi tulisan dari versi Travel Notes, catatan pengantar pameran tunggal Anthonius Kho