home about project archives id place




















GERAKAN IKHLAS (Pemilu)

oleh: IACC ADMIN | Sosial Budaya | 3 Tahun lalu

Penulis: Dwiki Nugroho Mukti

Artist : Sikut Skid & Hanifi NestaMahtione
Doc : Tim dokumentasi Serbuk kayu

Pengesahan sebuah kekuasaan adalah mutlak tugas dari kita sebagai rakyat, namun tidak juga membebankan sebagai kewajiban yang mengikat. Rutinitas bangsa kita setiap 5 tahun sekali adalah melakukan pemilu untuk menentukan siapa yang harus menjadi pemimpin atau wakil rakyat. setelah proses tersebut dilewati maka para wakil tersebut dalam jangka 5 tahun kedepan mereka harus mengabdi kepada rakyat dengan melakukan tugas tugasnya sebagai wakil.

Kondisi pemilu yang sedemikian rupa memang sudah diatur sedemikian rupa dalam UUD 1945 mengenai pemilihan umum. yang menarik adalah melihat orang-orang yang ingin mewakili kita sebagai wakil rakyat, dari berbagai latar belakang, golongan, suku, dan lain lain. Dewasa ini menjadi wakil rakyat adalah sesuatu yang sangat strategis untuk diperebutkan, dengan banyak iming-iming bila mereka mendapatkanya jabatan tersebut mulai dari pemberian fasilitas negara ,pengawalan di jalan raya, sampai nilai prestis yang lain.

Ya itulah polemik yang terjadi saat apa yang diberikan tidak sebanding dengan apa yang mereka lakukan, apa yang mereka janjikan apa yang mereka teriakan. mereka cenderung lebih banyak menjadi seorang yang periang dan bukan menjadi seorang yang murung untuk memikirkan rakyatnya saat sudah di posisi yang teramat nyaman.

Tema yang diangkat dalam melakukan aksi kedua dalam “gerakan ikhlas” ini adalah pemilu, karena memang di tahun 2014 ini adalah tahun pemilu dimana kita menentukan nasib bangsa kita. Namun pengalaman dari pemilu-pemilu sebelumnya yang menghadirkan fakta bahwa wakil yang terpilih belum tentu seorang wakil yang tepat dalam mewakili rakyatnya. lebih banyak mudorotnya dari pada manfaatnya, ya seperti itu yang terjadi.

Gambar yang dilukiskan oleh kedua seniman ini adalah mencoba untuk menyederhanakan sebuah mekanisme sebuah pemilihan umum, seperti halnya pelajaran kelas satu SD, mungkin saat kita kelas 1 SD kita juga melihat hal itu adalah sesuatu yang sangat sulit. Namun sekarang kalo kita melihat kembali pelajaran kelas 1 SD itu adalah hal yang sepele dan akan bisa kita jawab dengan mudah. Analogi antara pemilihan umum dengan janji-janji, dengan birokrasi, dengan apalah yang menyulitkan seharusnya disederhanakan sehingga masyarakat tidak akan kesulitan dalam menentukan pilihan, dan pada akhirnya semua rakyat akan bisa berpartisipasi dalam pemilihan umum.

Semoga dalam pemilu tahun ini akan menjadi sesuatu yang sederhana tanpa ada banyak hal yang harus dikorbankan.