home about project archives id place




















Masalah Kota dan Idealis Seniman

oleh: IACC ADMIN | Seni Rupa | 3 Tahun lalu

oleh :Dwiki Nugroho Mukti

Sebuah kotak yang disusun secara teratur dan terstruktur bertranformasi kedalam sebuah bentuk dimensional yaitu kubus. Kubus adalah sebuah perlambangan mengenai kompleksitas yang terjadi pada diri kita dan lingkungan, namun kubus sendiri memiliki sebuah kekurangan dimana setiap sisinya harus berakhir untuk bertemu dengan sisi yang lain,namun kekurangan itu juga yang memberikan identitas pada bentuknya.

Di banyak kota-kota yang memiliki perputaran roda kesenian, kompleksitas akan permasalahan mengenai kesenian akan banyak terjadi pada kota tersebut dan masalah itu juga yang akan menawarkan seniman untuk bagaimana ia melakukan proses berkeseniannya. Tranformasi dari sebuah permasalahan mengenai kesenian akan terindikasi saat karya itu lahir atau saat karya itu dibuat. Sebuah karya dibuat bersamaan dengan waktu dan kerja berproses seniman tersebut.

Cubism of idealism dalam tema SMO#3 ini disederhanakan dan ditujukan pada sebuah kotak- kotak permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat kota dan respon seperti apa yang bisa anda berikan untuknya. Bila mengacu pada kubisme sendiri, kubismea dalah sebuah gerakan avant-garde abad ke-20 yang dirintis oleh Pablo Picasso dan Georges Braque. Gerakan seni ini membuat revolusi dalam lukisan dan pahatan Eropa dan menginspirasi gerakan sejenis dalam musik dan sastra. Namun kita akan memfokuskan diri pada sebuah tataperilaku yang terkotak dalam sebuah batas wilayah dan pergerakan tersebut mampu member dampak yang luas terlebih melewati batas wilayahnya sendiri. Terjadinya kubisme sendiri adalah akibat ketidaknyamanan terhadap sebuah tananan yang terjadi saat itu, maka orang orang yang memiliki pemikiran keras dan kuat (idealis) melakukan revolusi terhadap proses berkaryanya dan hal itu akan berdampak sangat luas keluar batas wilayahnya dan waktu.

Pembeda antara karya satu dan yang lain, adalah apa yang di muat dalam karya tersebut. Itu juga yang membuat sebuah karya menjadi mahal tapi bukan mahal hanya dihitung melalui nilai nominal namun mahal dalam setiap aspek keindahannya, estetis, rasa, warna, dan sebagainya. Muatan sebuah karya pun akan dialirkan secara alami dari seniman menuju karyanya.

Kembali ke dalam kota kita saat ini, ke dalam kondisi yang sangat komplek yang membuat kita melakukan segala sesuatu sesuai dengan apa yang sudah di tetapkan oleh tatanan yang ada di dalamnya, sejauh apa kita mampu untuk pergi dari luar tatanan tersebut tanpa memikirkan nilai yang diberikan sebagai gantinya. Memberontaklah dan ikhlaslah bila kita nantinya akan dibunuh untuk melakukan sesuatu yang kita anggap benar dan perjuangkan meskipun itu berbeda. Begitu pula kesenian yang sekarang ini banyak terikat pada patron yang cenderung normatif, hancurkan saja!.

Dalam sebuah wilayah yang disebut kota, saya rasa ada beberapa fase berkesenian dimana para kaum mudanya akan cenderung condong terhadap budaya populer, lalu pada usia pertengahan (30-keatas) akan mulai sadar terhadap tradisi dan generasi tua pada sesuatu yang tradisional. Hal itu sangat wajar karena dalam lingkup kesenian, kota adalah sebuah wadah untuk kesenian berkembang, bentuk kesenian apa pun akan bisa berkembang tergantung seberapa kuat kekuatan yang ia miliki.

Pengkotakan terhadap sebuah idealis seniman untuk menciptakan sebuah karya adalah sesuatu yang ideal.Jadi sejauh mana anda membaca permasalahan kesenian di dalam lingkungan yang memiliki batas wilayah disekitar anda dan bentuk seperti apa yang anda pikirkan untuk meresponnya.