home about project archives id place




















Titir: Jalan Keluar Sang Seniman

oleh: IACC ADMIN | Portofolio | 1 Bulan lalu

HALLO DOCTER#3, 180x145cm, bitumen on canvas, 2020 HALLO DOCTER#4, 120x145cm, bitumen on canvas, 2020 HALLO DOCTER#1 series, 50x60cm x 6 panels, bitumen and oil on canvas, 2019 HALLO DOCTER#1 series, 50x60cm x 6 panels, bitumen and oil on canvas, 2019
HALLO DOCTER#1 series, 50x60cm x 6 panels, bitumen and oil on canvas, 2019 HALLO DOCTER#1 series, 50x60cm x 6 panels, bitumen and oil on canvas, 2019 HALLO DOCTER#1 series, 50x60cm x 6 panels, bitumen and oil on canvas, 2019 HALLO DOCTER#1 series, 50x60cm x 6 panels, bitumen and oil on canvas, 2019
KABAR HARI INI, 120X145cm, bitumen on canvas, 2020 HALLO DOCTER#2 series, 40x50cm x 3 panels, bitumen on canvas, 2020  

Sebuah Tinjauan Pameran Virtual Yaksa Agus

Makna titir menurut KBBI adalah: bunyi lesung (beduk, canang, kentungan, dan sebagainya) yang dipukul dengan gencar sebagai tanda bahaya dan sebagainya. Masyarakat jaman dahulu biasa menggunakan kentongan pada berbagai peristiwa gerhana, bencana alam, sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat dalam mencermati fenomena alam. Biasa disebut ilmu titen, yang saat ini mungkin sudah mulai tergerus oleh pergeseran ruang dan waktu.

Inisiatif Yaksa Agus dalam mengawali pameran virtual melalui jejaring media sosial pribadinya, FB :Yaksa, IG :@yaksapedia, Twitter :Yaksapedia@studioBodo dimasa pandemi covid terbilang cemerlang terutama dari ide pemilihan tema karya, ketika sebagian besar pelaku seni mengalami kemandekan akibat dilarangnya hampir semua aktifitas di Indonesia. Pameran yang berlangsung 1 April - 1 Juni 2020 di media sosial juga dihadirkan di Studio Bodo, studio pribadi yang terletak di Bangmalang Rt 06 Cepit Pendowoharjo Sewon Bantul Yogyakarta.

Sebuah perenungan yang mendalam ketika pada catatan akhir bulan agustus 2020, IDI merilis 100 dokter gugur dalam upaya penanganan virus covid19. Pandemi yang bagi sebagian kalangan juga disebut sebagai bencana ilmu pengetahuan, dan pukulan bagi dunia kedokteran serta kesehatan di seluruh dunia.

Yaksa yang biasa menuliskan humor dalam linimasa sosial media fb dalam kumpulan tulisan yaksapedia, ternyata juga mampu menelisik sebuah fenomena pandemi dengan mengkaitkan pada pengetahuan masa lalu warisan leluhur melalui tajuk titir,diantara berbagai pengetahuan kearifan lokal yang mulai punah dikenal generasi kini. Semoga catatan pameran ini juga menjadi peringatan pada semua khasanah warisan kebudayaan masa lampau untuk kembali digali, agar tidak selalu menjadi bangsa yang "kaget" pada peristiwa-peristiwa alam.

Berikut pernyataan dalam pamerannya:

Titir tanda terjadinya Pageblug dibunyikan warga masyarakat ,jika sebagian warga telah melihat Teluh Braja semacam bintang jatuh berwarna kemerah-merahan. Dan Kenthong Titir dibunyikan sebagai Warning agar masyarakat tetap waspada, saling menjaga, saling mengkomunikasikan.

Hari ini kita tetap berada di rumah, bersama-sama menghargai dan menghormati serta terus memberi support kepada para Pahlawan tanpa tanda jasa yang terus bekerja tanpa jasa . Mereka yang menangani secara langsung para korban Virus Corona/ Covid 19, bahkan mereka yang terus berjaga di tengah-tengah masyarakat untuk terus saling mengingatkan.


Yaksa Agus
yaksa_agus@yahoo.com

Pameran Tunggal:
2000 :SENI UNTUK KEMANUSIAAN, Bentara Budaya Yogyakarta
2002 :PRIMA DONNA, Gelaran Budaya, Yogyakarta
2011 : SUPER SEMAR, Grand opening Sangkring Art projeck, Yogyakarta
2013 : ART JOKE , Tirana Art Space, Yogyakarta
: MAAF;Sorry, Tembi Rumah Budaya, Yogyakarta
2014 : ARTJOKE#2; Menunggu Godot, Tirana Art Space, Yogyakarta
2018 : #OPERASIGABUNGAN, Indieart House, Yogyakarta