home > column > detail
6 Februari 2014



ENSIKLOPEDI TEKNOLOGI NUSANTARA: BANGUNAN BERSENDI

diposting oleh: admin

Pembuatan Candi tidak menggunakan pelekat apa pun, batu andesit yang digunakan candi ini dibuat dengan kombinasi tertentu. Penyusunan batu-batuan dibuat asimetris dan ketika digabungkan saling mengunci satu sama lain. Sistem yang digunakan dalam penyusunan batu Borobudur dikenal dengan sistem interlock. Dan patut juga diketahui Borobudur tidak menggunakan perekat apapun untuk merekatkan batuannya.

Porositas tinggi dari batuan pembentuk candi untuk memudahkan dalam membentuk ukuran batu sedangkan kuat tekan yang rendah dari batuan tersebut ditujukan untuk memudahkan pelaksanaan dalam membuat potongan batu, pengunci, relief dan arca. Jadi tingkat kekerasan dari batuan akan menjadi pertimbangan. Dengan kuat tekan batuan candi yang tergolong rendah berarti tingkat kekerasan permukaan batu pun cukup untuk dibentuk dengan alat kerja sederhana. Sementara lubang pori yang satu dengan yang lain yang tidak terhubung dimaksudkan agar saat proses membentuk potongan, relief, dan arca tidak mudah pecah atau patah.

Konstruksi ini juga sering di sebut sebagai kontruksi trapesium bolak-balik yang sambungannya berbentuk seperti dasi kupu-kupu dan mempunyai model knock (pen). Umumnya konstruksi jenis ini hanya ditemukan pada konstruksi model rumah kayu dan sangatlah sulit bila cara ini digunakan pada media batu pada hari ini. Konstruksi ekor burung ini dapat kita lihat di tengah bangunan candi, dengan konstruksi ini membuat bangunan Borobudur menjadi sangat kokoh.

Sistem pembuangan air (drainase) di Borobudur juga telah maju melebihi perkiraan kita tentang teknologi dijaman pembuatannya dengan menggunakan sistem air pantulan bukan air cucuran sehingga air tidak merusak bangunan dan pondasi candi. Air buangan akan terlebih dahulu di terima suatu wadah berbentuk seperti mangkok sehingga air cucuran tidak menggerus pondasi bangunan dan batuan candi akan tetap bertahan tidak lapuk di makan waktu.

Batu-batuan yang digunakan dipotong dengan presisi sangat tinggi hingga celah yang terbentuk antar sambungan batuan sangat kecil/halus, membentuk dinding dan lantai yang sangat rata dan licin. Bila dikerjakan proyek tiruan candi Borobudur atau candi Prambanan hari ini maka akan dibutuhkan peralatan pisau laser pemotong yang sangat canggih, butuh banyak disain membuat alur-alur interlock pada batuan dan menyusunnya sesuai pasangan batu-batu tersebut juga butuh gambar, detail engineering dan tenaga engineer yang sangat banyak untuk menyelesaikannya.

Patut kitalah yang malu bila berkata, "apanya yang bisa dibanggakan dari negeri ini?". Mari kita bercermin mampukah generasi muda hari ini berpikir se-brillian nenek moyangnya dan bekerja se-ulet mereka. Leluhur Nusantara pastilah sangat cerdas tetapi mereka tetap rendah hati, bersahaja dan menjunjung nilai; IKHLAS.

Yuddi Aditiawan/ NUSANTARA HISTORICAL DISCOVERY